Dosen Kebidanan Universitas Malahayati Dainty Maternity Mampu Terbitkan Delapan Buku Ajar

Matalampung.com, Bandar Lampung: Ditengah kesibukan sebagi dosen dan juga Kepala Program Studi DIV Sarjana terapan dan Profesi Bidan Universitas Malahayati, Dainty Maternity menerbitkan buku ajar kepada para mahasiswanya. Ada pun buku ajar ini, diterbitkan untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami materi pelajaran.

Wanita kelahiran Pesisir Barat tahun 1983 ini, mulai menerbitkan buku sejak tahun 2016, yang hingga kini sudah menerbitkan delapan buku ajar. Memanfaatkan bahan dan waktu luang, Dainty mulai menyusun buku bersama timnya.

“Banyak bahan yang sudah dimiliki, lalu digabungkan dengan tugas-tugas mahasiswa, kemudian diramu menjadi satu dan diterbitkan menjadi buku. Saya mulai membuat buku tahun 2016 langsung terbit empat buku, saya tidak sendirian membuatnya tapi ada tim,” kata Dainty Maternity, Selasa (5/10/2021).

Ada pun buku yang dibuat yakni berjudul Asuhan Kebidanan: Masa Nifas dan Menyusui, Asuhan Kebidanan: Kehamilan ‘Persalinan’, dan ‘Asuhan Kebidanan: Patologis. Bagi Dainty, membuat buku merupakan aktualisasi diri selama 15 tahun sejak 2006 menjadi dosen.

Tak haya itu, pada tahun 2018 dirinya kembali menerbitkan dua buku yakni Asuhan Kebidanan Komunitas, serta buku Asuhan Kebidanan: Neonatus Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Masih belum berpuasa diri, pada tahun 2021, ia kembali membuat buku berjudul ‘Buku Ajar Kehamilan Based on Evidance’ dan ‘Buku Ajar Evidancebased 1 Kebidanan’.

“Dalam mengajar, semuanya harus produktif dan apakah yang bisa dihasilkan berupa buku, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Jadi kalau misalnya dosen tidak menerbitkan buku ajar, seperti sedikit aneh, jadi harus ada sesuatu yang dihasilkan,” ujar Dainty.

Mahasiswa dapat memperoleh buku tersebut di Toko Karisma dan Gramedia, serta bisa dibeli melalui toko online. Meski demikian, diantara buku yang ia terbitkan, dua buku terakhir merupakan buku favoritnya. Dimana buku tersebut, menyempurnakan enam buku sebelumnya, dan kekurangan buku yang lalu ia sempurnakan pada buku terakhir.

Buku sebelumnya belum berbasis penelitian dan ada dua buku yang didapat Gramedia, dimana sudah beberapa yang berbasis evidance based. Saat ini ia fokus pada perbaikan buku-buku sebelumnya

Wanita dengan moto ‘hidup adalah perjuangan’ ini, turut mengajak dosen lainnya, untuk jangan pernah berhenti berkarya. Sesibuk apapun urusannya? tidak harus melupakan eksistensi dan aktualisasi diri sebagai seorang dosen untuk menerapkan tri dharma perguruan tinggi. (Rls)

Berita Terkait

Komentar