Mahasiswa Prodi Sistem Komputer Darmajaya Ciptakan Alat Pengusir Hama Burung pada Tanaman Padi

MATALAMPUNG.COM, Bandar Lampung – Mahasiswa Prodi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Irfan Afrega Saputra berhasil menciptakan Sistem Pengusir Hama Burung Otomatis Tanaman Padi pada Lingkungan Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA).

Hal ini usai dipresentasikan tugas akhirnya yang berjudul Perancangan Sistem Pengusir Hama Burung Otomatis Tanaman Padi pada Lingkungan IMTA, Rabu (23/8/23) di Laboratorium Gedung G Lantai 3.

Irfan–biasa dia disapa–melakukan pengerjaan alat hingga tiga bulan dengan bimbingan Ari Widiantoko, S.Kom., M.Tech. “Tiga bulan dari pembuatan desain atau rancangan, koding dan pembuatan rangka sebagai dudukan motor AC, sensor laser dan receiver,” kata dia.

Menurut Irfan, proses kerja alat dimulai dari proses inputan oleh sensor receiver. Receiver mendeteksi hama burung, apabila hama burung melewati jaring laser atau antara sensor laser dan receiver laser, maka mikrokontroller NodeMCU ESP8266 mendapatkan inputan data dari receiver laser.

Selanjutnya mengirimkan instruksi berupa tegangan ke relay sehingga relay ON untuk menghidupkan motor AC untuk memberikan efek kejut pada hama burung secara otomatis pada tanaman padi dan mengirimkan data ketika sistem on atau beroperasi ke website. Alhamdulillah sudah selesai diujicobakan dan bekerja dengan baik,” kata dia

Sementara, Ari Widiantoko, pembimbing tugas akhir mengatakan alat yang dibuat Irfan telah dilakukan pengujian beberapa kali hingga akhirnya berhasil digunakan. “Irfan tidak hanya membuat prototype tetapi juga langsung mengimplementasikan di lokasi (sawah). Ini juga bagian dari keilmuan Prodi Sistem Komputer yakni Internet of Things (IoT),” ungkap dia mengutip dari https://darmajaya.ac.id.

Ari Widiantoko berharap dengan implementasi langsung tersebut juga mahasiswa menjadi memahami proses dari pembuatan hingga tahapan akhir alat bekerja. “Alat ini juga membantu petani untuk mengamankan padi dari serangan hama burung baik di pagi, siang, maupun malam hari. Alat ini juga dapat dikembangkan kembali oleh adik tingkatnya untuk teknologi yang lebih baik,” tutupnya. (RLS/MATA2)

Berita Terkait

Komentar