Bandar Lampung (matalampung.com): Pakan fermentasi ayam menjadi solusi yang semakin banyak diterapkan peternak di Lampung di tengah tingginya harga pakan pabrikan. Selain lebih hemat biaya, pakan fermentasi dinilai mampu meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan ayam, serta memaksimalkan pemanfaatan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh. Pakan fermentasi ini dibuat dari campuran dedak, jagung giling, batang pisang, dan berbagai jenis daun hijauan seperti daun pepaya, daun kelor, daun bayam, serta daun pisang. Proses fermentasi dibantu menggunakan EM4 dan molase sebagai starter. Baca Juga : Atur Pakan dan Takaran Sejak Dini, Kunci Ayam Kampung ELBA…
Penulis: Matainfo
Atur Pakan dan Takaran Sejak Dini, Kunci Ayam Kampung ELBA Produktif Bertelur
Sekolah Rakyat, Payung Negara, dan Guru yang Masih Kehujanan
Sekolah Rakyat terasa seperti payung besar yang akhirnya dibuka negara di tengah hujan deras bernama ketimpangan. Anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini berjalan ke sekolah dengan bekal seadanya, kini dipeluk oleh sistem yang utuh, belajar, tinggal, makan, sehat, dan dibina karakternya. Ibarat tangga kehidupan, mereka akhirnya diberi pegangan agar tidak terus terpeleset di anak tangga pertama. Program ini bukan sekadar bangunan dan angka, melainkan cerita tentang harapan yang diberi alamat jelas.
Musim Hujan Rawan Penyakit, Ini Strategi Agar Ternak Ayam Tetap Sehat dan Produktif
Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak ayam. Curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat kerap memicu berbagai penyakit, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit pencernaan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan kematian ayam.
