Penelitian Dosen Universitas Malahayati, Modifikasi Benang Operasi Berlapis AgNPs dengan Kayu Putih atasi Infeksi

Matalampung.com, BANDARLAMPUNG – Infeksi luka operasi yang timbul akibat dari kontaminasi bakteri pada luka operasi, merupakan penyebab utama komplikasi pada luka operasi dan dapat memperpanjang masa tinggal di rumah sakit.

Dosen Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dwi Marlina Syukri bersama rekan asal India dan Nigeria melakukan penelitian memodifikasi benang operasi berlapis antibakteri nanopartikel perak yang disintesis dengan Eucalyptus Camaldulensis (Kayu Putih Merah) dengan metode pelapisan ex situ untuk mengatasi infeksi.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa benang operasi berlapis Nanopartikel Perak (AgNPs) sebagai perangkat medis biokompatibel yang cocok untuk mengatasi infeksi bedah operasi.

Dalam penelitian ini, AgNPs dibiosintesis menggunakan ekstrak Eucalyptus camaldulensis lalu diendapkan pada benang operasi dengan metode ex situ.

Melekatnya AgNPs di permukaan benang operasi diamati, dengan kekasaran permukaan berkurang secara signifikan (323,7 ± 16,64 nm), dibandingkan dengan benang operasi yang tidak dilapisi (469,3 ± 7,31 nm) (P < 0.001). Elastisitas benang operasi yang berlapis AgNPs (13 ± 1,485%) dan benang operasi yang tidak dilapisi (8 ± 0,728%) juga berbeda secara signifikan (P < 0,05).

“Hasilnya, benang operasi yang dilapisi AgNPs memiliki efek bakteriostatik yang kuat pada Staphylococcus aureus. Sebaliknya, efek bakterisida pada Acinetobacter baumannii, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa. Sitokompatibilitas yang diuji pada sel keratinosit manusia menunjukkan viabilitas sel kurang lebih berkisar 80%,” jelas Dwi, Jumat (28/2/2022).

Dwi menambahkan, benang operasi yang dilapisi AgNPs menunjukkan sifat antibakteri yang stabil hingga 12 minggu. Berdasarkan penelitiannya, Dwi berharap, benang operasi yang dimodifikasinya mampu mengatasi masalah infeksi dari benang operasi yang ada saat ini. (*)

Berita Terkait

Komentar