Reses, Midi Iswanto Anggota DPRD Lampung Soroti Keluhan Warga Tentang Refaksi Singkong

RUMBIA  (Matalampung.com):  Anggota Komisi IV DPRD Lampung Midi Iswanto menyoroti Refaksi singkong di tingkat perusahaan di Lampung Tengah. Hal tersebut dikeluhkan warga saat kegiatan reses di Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah, Selasa (23/2/2021). Menurut laporan peserta reses, potongan singkong oleh perusahaan mencapai 25 sampai 30 persen.

 “Kalau seperti ini petani singkong semakin menjerit, tidak dapat hasil, hanya cukup untuk biaya tanam lagi. Belum lagi ada dugaan kecurangan pada timbangannya.” kata salah satu peserta .

Menanggapi hal itu, Midi Iswanto menyatakan bahwa sampai saat ini memang belum ada ketetapan harga singkong oleh pemerintah. Mengenai harga singkong, katanya, memang sedang menjadi perbincangan petani.

“Karena belum ada standarisasi harga, sangat mudah dipermainkan perusahaan. Beda dengan jagung atau padi yang harganya sudah diatur. Keluhan harga singkong memang terjadi merata di Lampung Tengah,” kata Midi.

Terkait hal ini, lanjut Midi, DPRD Lampung sedang menggagas pembuatan pansus untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. “Saat ini masih dalam proses,” katanya.

Jika pansus terbentuk, diharapkan dapat membuat harga ketetapan singkong. Kemudian, akan menelusuri perlakuan perusahaan yang seolah-olah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya di tengah jeritan petani.

“Jadi perlakuan perusahaan saat ini adalah membeli serendah rendahnya dan memotong setinggi-tinggnya. Ini kan edan gila,” kata Midi

Menurut dia, perlakuan perusahaan yang memotong tinggi karena kadar aci pada singkong rendah diduga sebagai alasan belaka. “Alasannya gak ada acinya. Itu hanya alasan. Karena dari berbagai informasi semua singkong dipukul rata. Kalau memang perusahaan memakai alat ukur (tester) gak papa memotong tinggi. Ini tidak pakai tester main potong saja,” pungkasnya. (rls)

Berita Terkait

Komentar