Tiga Keynote Speaker Luar Negeri Hadir di The 2nd GCoTIIS 2022 IIB Darmajaya–LLDikti Wilayah II

BANDAR LAMPUNG (Matalampung.com): Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) berhubungan erat dengan perilaku dan reproduksi manusia. Hal itu dikatakan Le Hoanh-Su, Ph.D. Dean of Faculty of Information Systems University of Economics and Law (UEL) Vietnam pada The 2nd Global Conference on Technology Innovation and Information Systems (GCoTIIS) 2022 pada Selasa (21/6/2022).

Kegiatan itu merupakan kerja sama Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Sumatra Bagian Selatan. “AI dapat digunakan dengan aplikasi komputer dalam membaca dan menganalisis pengetahuan, persepsi, pemahaman, dan kemampuan kognisi,” ungkapnya.

AI, kata dia, dapat membantu dalam pengambilan keputusan melalui analisis dari perilaku. “Maka peran AI dalam era teknologi saat ini memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan di berbagai bidang,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Meng-Huang Lee menerangkan mengenai cloud computing yang saat ini juga banyak digunakan di berbagai kalangan terutama di bidang pendidikan. “Tiga jenis Cloud Computing yang sering digunakan berbagai kalangan yakni Amazon Web Service (AWS), Microsoft Cloud Platform (Azure), dan Google Cloud Platform (GCP),” ungkapnya.

Menurutnya, permasalahan yang sering dialami dalam penyediaan Cloud Computing di pendidikan diantaranya anggaran dan infrastruktur. “Dengan teknologi yang saat ini terbaru membuat penyediaan teknologi tidak murah untuk diterapkan dalam bidang pendidikan,” tuturnya.

Sementara, Maslin Masron menjelaskan terkait Internet of Things (IoT) adalah sistem interkoneksi antara teknologi digital dan objek fisik yang memungkinkan objek tersebut untuk menunjukkan kebiasaan dalam komputasi dan berinteraksi satu sama lain dengan atau tanpa campur tangan manusia. “IoT terdiri dari teknologi digital dan objek fisik yang dipadukan dalam menjalankan fungsi dari IoT sendiri,” tuturnya.

Ia juga mengenalkan beberapa kampus Malaysia yang telah menerapkan IoT dalam aktivitasnya. “IoT meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh dunia dengan membuatnya mudah dipahami dan tersedia untuk semua.

Perangkat berkemampuan IoT hadir dengan fitur pendidikan lanjutan di platform yang nyaman, mudah digunakan, dan aman bagi dosen dan mahasiswa. IoT memiliki potensi untuk menjadi pendorong pendidikan yang penting bagi siswa di seluruh dunia,” jelasnya.

Keynote speaker terakhir, Handoyo Widi Nugroho menyampaikan paper yang berjudul Random Forest Weighting (RFW) based Feature Selection for C4.5 Algorithm on Wart Treatment Selection Method. Paper yang ditulis ini menjelaskan klasifikasi dalam RFW dan memberikan rekomendasi kepada dunia kedokteran untuk metode pengobatan. (RLS/MATA2)

Berita Terkait

Komentar