Site icon Mata Lampung

Pakan Fermentasi Ayam Jadi Solusi Hemat Peternak Lampung, Ini Cara Membuat dan Takarannya

Bandar Lampung (matalampung.com): Pakan fermentasi ayam menjadi solusi yang semakin banyak diterapkan peternak di Lampung di tengah tingginya harga pakan pabrikan. Selain lebih hemat biaya, pakan fermentasi dinilai mampu meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan ayam, serta memaksimalkan pemanfaatan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh.

Pakan fermentasi ini dibuat dari campuran dedak, jagung giling, batang pisang, dan berbagai jenis daun hijauan seperti daun pepaya, daun kelor, daun bayam, serta daun pisang. Proses fermentasi dibantu menggunakan EM4 dan molase sebagai starter.

Baca Juga : Atur Pakan dan Takaran Sejak Dini, Kunci Ayam Kampung ELBA Produktif Bertelur

Bahan dan Takaran Pakan Fermentasi Ayam

Untuk satu kali produksi pakan fermentasi ayam, berikut bahan dan takaran yang digunakan:

Cara Membuat Pakan Fermentasi Ayam

Proses pembuatan diawali dengan mencincang seluruh bahan hijauan hingga halus. Batang pisang dan daun-daunan tersebut dicacah agar mudah difermentasi dan tidak menyulitkan ayam saat mengonsumsinya.

Dedak dan jagung giling kemudian dicampur hingga merata. Setelah itu, seluruh bahan hijauan dimasukkan dan kembali diaduk sampai tercampur sempurna.

EM4 dan molase dilarutkan ke dalam air bersih, lalu dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan pakan sambil diaduk. Tekstur adonan diupayakan lembap, tidak terlalu kering dan tidak becek.

Adonan yang telah tercampur rata dimasukkan ke dalam ember atau drum plastik dan ditutup rapat. Pakan difermentasi selama tiga hingga lima hari di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Waktu Fermentasi dan Ciri Pakan Siap Pakai

Pakan fermentasi ayam siap digunakan setelah melalui proses fermentasi selama 3–5 hari. Ciri pakan yang berhasil difermentasi antara lain beraroma asam segar, tidak berbau busuk, tidak berjamur, dan memiliki tekstur lebih lembut.

Cara Pemberian Pakan Fermentasi

Pada tahap awal, pakan fermentasi sebaiknya dicampur dengan pakan biasa dengan perbandingan 50:50. Setelah ayam terbiasa, pakan fermentasi dapat diberikan penuh sebanyak 1–2 kali sehari, disesuaikan dengan umur dan jenis ayam.

Sejumlah peternak menyebut pakan fermentasi membuat ayam lebih lahap makan, pertumbuhannya lebih stabil, serta membantu menekan biaya produksi. Dengan memanfaatkan dedak dan bahan hijauan lokal, pakan fermentasi menjadi alternatif berkelanjutan bagi peternak ayam di Lampung.

Creator: Muhammad Asyihin

Exit mobile version