339 Tahun Bandar Lampung, Tumbuh Modern dan Berbudaya

BANDAR LAMPUNG (Matalampung.com): Bandar Lampung sebagai ibukota Provinsi Lampung harus menjadi kota kebanggaan tidak saja bagi warga kota tapi juga untuk seluruh warga Lampung.

Sebagai kota tua yang menyimpan begitu banyak kenangan dan sejarah, Bandar Lampung kini terus berbenah, bergeliat tumbuh menjadi kota besar, menuju kota metropolis, hari-hari kota tua itu sekarang menjadi hari-hari yang tak pernah absen dari aktifitas membangun.

Bersyukur setidaknya sejak sepuluh tahun terakhir, geliat pembangunan di kota ini sangat terasa, akselerasi upaya pemerintah kota untuk menata dan mengubah wajah kota begitu serius, fokus dan terlihat hasilnya. Secara kasat mata setiap warga bisa merasakan dan menyaksikan, betapa kota Bandar Lampung terus tumbuh dan berubah.

Infrastruktur digarap sedemikian rupa, pelayanan jasa ditingkatkan kualitasnya, pendidikan dan kesehatan dipastikan berpihak bagi masyarakat lemah, kehidupan keberagamaan terus disemarakan, fakta pertumbuhan ekonomi terasa terus menggairahkan.

Selanjutnya, meskipun di sana sini pasti ada saja terdapat kekurangan, tapi kita juga tak boleh untuk tidak memberikan apresiasi dan rasa hormat atas sejumlah capaian yang membanggakan itu.

Seluruh capaian ini tak lebih sebagai buah dari Kesungguhan, dedikasi, komitmen, serta kerja keras pemerintah kota dan dukungan warganya.

Ke depan Bandar Lampung tak boleh tidak, harus didorong menjadi kota metropolis dan layak disandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Tapi pada saat yang sama, kota ini juga harus bisa dipertahankan menjadi kota yang tidak tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaannya. Di tengah-tengah kesibukan dan kepenatan kota, harus ada ruang bagi warganya untuk mengekspresikan wajah kemanusiaan. Tak sekadar penciptaan icon-icon tapi juga harus secara spiritualitas Bandar Lampung merupakan kota berbudaya, upaya dan kesungguhan itu harus terus dirawat.

Merasakan di tengah kota yang sibuk dan kepungan gedung-gedung menjulang, masih dominan ada ritual-ritual keagamaan yang syarat spiritualitas. Kota ini hampir di bulan- bulan maulid, rajab, syaban, dan ramadan masih tampak gegap gempita dengan ekspresi keberagamaan masyarakat migran tersebut, dan masih banyak hal lain yang harus terus ditingkatkan.

Di masa lalu sebelum menjelma berubah nama menjadi kota Bandar Lampung, wilayah ini juga merupakan kota tua di masa lalu. Kawasan pesisir Teluk Betung misalnya, adalah pusat peradaban di masa lalu. Di kawasan tersebut juga masih menyisakan jejak masa lalunya berupa bangunan sejarah sebut saja masjid Al Anwar, vihara Thay Bin Hio, jembatan beton yang hingga saat ini masih berdiri kokoh. Situs sejarah itu bahkan dibangun sebelum peristiwa meletusnya gunung Krakatau yang konon peristiwa meletusnya gunung tersebut meluluhlantakkan kota Bandar Lampung di masa lalu.

Tentu kita harus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemimpin kita ini dari mulai periode awal hingga hari ini. Tapi ada sosok yang belum sirna dalam benak kesadaran kita, yang belum lama telah banyak merubah wajah kota ini, yakni Herman HN.

Selamat untuk Herman HN, yang diam- diam telah mencuri rasa iri dan cemburu warga di luar Kota Bandar Lampung karena telah menghadirkan contoh menjadi kepala daerah atau pemimpin yang sungguh- sungguh bekerja keras.

Saat ini Bandar Lampung dipimpin oleh sang Srikandi yang sangat fokus menata, merawat, mempercantik, dan memperindah kota Bandar Lampung, yakni Hj. Eva Dwiana. Meski memimpin di saat pandemi, bunda Eva tak menyurutkan semangatnya memimpin kota ini. Perhatian dan fokus beliau di awal kepemimpinannya pada soal penataan lingkungan hidup.

Di awal gebrakannya, beliau sendiri yang memimpin sebuah gerakan peduli kebersihan sungai, dengan kegiatan rutin Grebek Sungai, dan gerakkan lainnya sebut saja rencana beliau menata kawasan pemukiman pesisir. Beliau sendiri yang menjadi panglimanya untuk memacu kepedulian warga pentingnya penataan lingkungan.

Selamat kepada Hj. Eva Dwiana sang panglima penggerak masyarakat kota Bandar Lampung, semoga di bawah kepemimpinan nya Bandar Lampung tidak saja semakin maju modernis tapi juga semakin “bernyawa” dan mampu menghadirkan kota berperadaban. (9/6/2021)

Penulis : Ichwan Adji Wibowo

Related posts

Komentar